Bismillah...
Lucu juga ketika kubaca judul postingnya Mba Rina Audie "Gedang Owol" baru pernah
dengar kalau di Solo menyebutnya begitu. Biasanya menu pisang yang satu ini juga jadi andalanku untuk
menghabiskan stok pisang yang udah terlalu matang biar tidak mubazir, hehee...
Habis itu ngubek2 foto lama, kayaknya
dulu pernah bikin foto2nya, ternyata entah kemana itu foto, hemm....
Baiklah, next time deh pas bikin lagi kufoto lagi :D
Pas kapan itu Suami beli pisang raja, cuma 1 sisir siy, tapi sepertinya pisang ini masak pohon jadi sehari nginep langsung matang semua. Dari pada gak habis dimakan langsung, jadi kubuat pisang bakar meises keju, langsung deh diserbu sama anak2 & ayahnya tentunya.. :-)
Ketika nanya sama Suami (kebetulan suamiku orang Karanganyar, jadi masih deket Solo), ternyata Gedang Owol memang banyak di Solo, hee...koq ga pernah cerita klo namanya itu :D
Tapi yang kubuat kali ini ga pake susu kental manis, seperti yang biasanya ada pada Gedang Owol - Solo, soalnya pisangku ini rasa aslinya udah manis banget karena masak pohon, jadi kawatir klo terlalu manis :-)
Bahan:
Pisang raja secukupnya, kemarin ada 6 buah
1 sdm margarin
meises coklat / warna warni
keju cheddar parut
Caranya gampang banget:
Panaskan wajan teflon, beri margarin, lalu panggang pisang dan kalau satu sisi sudah kecoklatan, balik sekali aja.
Angkat pisang, taruh di piring, beri taburan meises & keju parut. Siap disajikan...
Serbuuuu...... :-)
Selasa, 22 Oktober 2013
Senin, 21 Oktober 2013
Calamari Rings
Bismillah...
Udah lama ga masak Cumi-cumi, kangen rasanya...
Kali ini yang mudah & simple aja yang penting anak-anak suka. :-)
Bahan:
500 gr cumi-cumi ukuran sedang/besar (isi 2-3)
4 sdm tepung terigu
100 gr tepung panir
2 btr putih telur --- kocok lepas
1 btr jeruk nipis --- peras, gunakan airnya
minyak goreng secukupnya
Bumbu:
3 siung bawang putih --- parut
1 sdt garam
merica bubuk
jahe bubuk
cabe bubuk
Cara Membuat:
1. Cuci bersih cumi,kupas kulitnya dan rendam 5-10 menit dengan air perasan jeruk nipis agar tidak amis, lalu bilas .
2. Potong-potong Cumi sehingga menyerupai cincin, lalu beri garam & bawang putih parut.
3. Masukkan bumbu2 (merica, cabe & jahe bubuk) ke tepung terigu, aduk rata.
4. Gulingkan Cumi ke dalam campuran tepung terigu, lalu ke putih telur, kemudian ke tepung panir.
5. Goreng dalam minyak panas hingga keemasan/matang.
Sajikan hangat :-)
Gampang banget kan? Dijamin anak2 pasti suka :D
Udah lama ga masak Cumi-cumi, kangen rasanya...
Kali ini yang mudah & simple aja yang penting anak-anak suka. :-)
Bahan:
500 gr cumi-cumi ukuran sedang/besar (isi 2-3)
4 sdm tepung terigu
100 gr tepung panir
2 btr putih telur --- kocok lepas
1 btr jeruk nipis --- peras, gunakan airnya
minyak goreng secukupnya
Bumbu:
3 siung bawang putih --- parut
1 sdt garam
merica bubuk
jahe bubuk
cabe bubuk
Cara Membuat:
1. Cuci bersih cumi,kupas kulitnya dan rendam 5-10 menit dengan air perasan jeruk nipis agar tidak amis, lalu bilas .
2. Potong-potong Cumi sehingga menyerupai cincin, lalu beri garam & bawang putih parut.
3. Masukkan bumbu2 (merica, cabe & jahe bubuk) ke tepung terigu, aduk rata.
4. Gulingkan Cumi ke dalam campuran tepung terigu, lalu ke putih telur, kemudian ke tepung panir.
5. Goreng dalam minyak panas hingga keemasan/matang.
Sajikan hangat :-)
Gampang banget kan? Dijamin anak2 pasti suka :D
Rabu, 16 Oktober 2013
Semur Daging
Bismillah...
Masih dalam suasana Idul Adha neh, jadi pingin posting resep yang kemarin kubuat. Mumpung agak longgar hari ini jadi banyak2 posting, hehehehee...
Padahal cita2 dari dulu pingin buat Lapis Daging, tapi tiba2 pikiran berubah haluan pada Semur Daging, soalnya melihat ketupat yang masih cukup banyak, jadi menu daging ini harus yang mengandung kuah biar bisa disajikan bersama ketupat tsb :-)
Buat yang masih punya stok daging sapi banyak, bisa juga nih sebagai alternatif menu.
Bahan:
500-600 gr daging sapi, diiris melintang serat
2 sendok makan minyak untuk menumis
5 butir bawang merah, diiris iris tipis, goreng (untuk taburan)
Bumbu yang dihaluskan :
5 siung bawang putih
5 butir bawang merah
2 butir kemiri, sangrai
1 sdt ketumbar, sangrai
1 sendok teh garam
½ sendok teh merica (akupakai merica bubuk)
¼ sendok teh jintan, disangrai dulu
Bumbu lain:
2 cm jahe, geprek
2 cm lengkuas, geprek
2 lembar daun salam
3 buah cengkih
4 cm kayu manis
pala/kulit biji pala secukupnya
1 buah tomat, potong-potong
3 sendok makan kecap manis (atau sesuai selera)
1 ½ liter air putih
Cara membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan, jahe, lengkuas, daun salam, cengkih, kayumanis, dan kulit biji pala, sampai harum.
2. Masukkan daging sapi, diaduk hingga daging berubah warna. Tambahkan juga tomat, aduk sampai layu. Masukkan kecap manis, aduk rata.
3. Tambahkan air, aduk rata, rebus sampai daging empuk, tambahkan merica bubuk.
Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng.
Mantap banget deh, ternyata cocok juga untuk pendamping ketupat ;-)
Masih dalam suasana Idul Adha neh, jadi pingin posting resep yang kemarin kubuat. Mumpung agak longgar hari ini jadi banyak2 posting, hehehehee...
Padahal cita2 dari dulu pingin buat Lapis Daging, tapi tiba2 pikiran berubah haluan pada Semur Daging, soalnya melihat ketupat yang masih cukup banyak, jadi menu daging ini harus yang mengandung kuah biar bisa disajikan bersama ketupat tsb :-)
Buat yang masih punya stok daging sapi banyak, bisa juga nih sebagai alternatif menu.
Bahan:
500-600 gr daging sapi, diiris melintang serat
2 sendok makan minyak untuk menumis
5 butir bawang merah, diiris iris tipis, goreng (untuk taburan)
Bumbu yang dihaluskan :
5 siung bawang putih
5 butir bawang merah
2 butir kemiri, sangrai
1 sdt ketumbar, sangrai
1 sendok teh garam
½ sendok teh merica (akupakai merica bubuk)
¼ sendok teh jintan, disangrai dulu
Bumbu lain:
2 cm jahe, geprek
2 cm lengkuas, geprek
2 lembar daun salam
3 buah cengkih
4 cm kayu manis
pala/kulit biji pala secukupnya
1 buah tomat, potong-potong
3 sendok makan kecap manis (atau sesuai selera)
1 ½ liter air putih
1. Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan, jahe, lengkuas, daun salam, cengkih, kayumanis, dan kulit biji pala, sampai harum.
2. Masukkan daging sapi, diaduk hingga daging berubah warna. Tambahkan juga tomat, aduk sampai layu. Masukkan kecap manis, aduk rata.
3. Tambahkan air, aduk rata, rebus sampai daging empuk, tambahkan merica bubuk.
Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng.
Mantap banget deh, ternyata cocok juga untuk pendamping ketupat ;-)
Sate Ayam Bumbu Kacang
Bismillah...
Menu yang berikutnya adalah Sate Ayam dengan bumbu kacang.
Yang khas dengan sate ini adalah bumbu kacangnya, dan terkenal juga dengan nama Sate Ayam Madura, mungkin asal muasalnya dari sana. Atau bisa jadi karena yang jualan banyak yang berasal dari daerah sana.
Tapi saat ini kayaknya di semua tempat bisa kita temukan, jadi udah me-nusantara gitu (mendunia udah belum ya..?)
Sebenarnya sate bumbunya tergantung selera masing2, ada yang suka dengan bumbu kacang seperti ini, ada juga yang suka bumbu kecap. Kalau aku untuk sate ayam lebih suka yang seperti ini, sedangkan kalau bumbu kecap kayaknya lebih cocok untuk sate kambing yaa...
Hemmm...mendadak jadi kepingin makan sate kambing nih, hehehe.... :-)
Sate ayam ku kali ini aku bakar pake happycall, biar praktis, cepet & terutama tidak berasap, hehee...
Kalau dibandingin dengan bakar pake grill, soal rasa yaa...11-12 lah, kan tergantung bumbunya :D
Mudah lho sebenarnya bikin sate ini, tinggal tusuk2 aja, bumbunya juga minimalis, hemat ayam juga. Kemarin aku cuma pake 1/2 dada ayam ukuran sedang bisa jadi 14 tusuk. Padahal satu tusuknya isinya banyak, bisa 5-6 iris ayam, kalau beli kan 1 tusuk paling cuma 3-4 iris ayam.
Wah.., brarti tukang sate itu buanyak ya untungnya. Hemm...bisa neh jadi lahan usaha (ntar kalau udah pensiun kali ya) qeqeqeqe....
Bahan Sate:
Ayam, iris/potong kotak kecil
tusuk sate (secukupnya) --- sebaiknya direndam air panas lebih dulu
2 sdm air jeruk nipis
3 siung bawang putih, geprek/cincang halus
merica bubuk (opsional)
Bumbu Kacang:
Kacang tanah, sekitar 4 sdm (atau secukupnya) goreng sampai matang (tapi jangan gosong ya.., ntar bumbunya jadi coklat tua, hihihi...)
3 siung bawang putih
2 btr kemiri
cabe merah (sesuai selera)
garam (secukupnya)
gula jawa / gula pasir (dikit)
kecap manis (secukupnya)
1 btr jeruk limau
minyak goreng (secukupnya +/- 3 sdm)
air matang (secukupnya)
bawang merah goreng (untuk taburan)
Cara Membuat:
1. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amisnya, lalu bilas bersih.
2. Baluri ayam dengan bawang putih (dan kalau aku tambah merica bubuk sedikit), diamkan beberapa saat agar meresap +/- 30 menit. Kemudian tusuk dengan tusukan sate.
3. Goreng baput, bamer, cabe & kemiri lalu haluskan bersama kacang tanah goreng. (aku pakai blender aja +sedikit minyak goreng, biar praktis & cepet, hehe..) lalu beri garam & gula secukupnya.
4. Campur bumbu kacang yang sudah halus dengan air matang secukupnya, lalu rebus sampai mendidih / meletup-letup.
5. Ambil +/- 3 sdm bumbu kacang untuk membumbui sate pada saat di bakar. Campur bumbu dengan kecap manis, lalu balurkan pada ayam yang sudah ditusuk2.
6. Bakar ayam tsb di grill/happycall/teflon sambil dibalik-balik dan dioles sisa bumbu kacang.
Sajikan sate ayam hangat dengan sambal kacang yang di beri kecap manis, air perasan jeruk limau & taburan bawang goreng.
Hemmm....sedaaapppp...!!
Menu yang berikutnya adalah Sate Ayam dengan bumbu kacang.
Yang khas dengan sate ini adalah bumbu kacangnya, dan terkenal juga dengan nama Sate Ayam Madura, mungkin asal muasalnya dari sana. Atau bisa jadi karena yang jualan banyak yang berasal dari daerah sana.
Tapi saat ini kayaknya di semua tempat bisa kita temukan, jadi udah me-nusantara gitu (mendunia udah belum ya..?)
Sebenarnya sate bumbunya tergantung selera masing2, ada yang suka dengan bumbu kacang seperti ini, ada juga yang suka bumbu kecap. Kalau aku untuk sate ayam lebih suka yang seperti ini, sedangkan kalau bumbu kecap kayaknya lebih cocok untuk sate kambing yaa...
Hemmm...mendadak jadi kepingin makan sate kambing nih, hehehe.... :-)
Sate ayam ku kali ini aku bakar pake happycall, biar praktis, cepet & terutama tidak berasap, hehee...
Kalau dibandingin dengan bakar pake grill, soal rasa yaa...11-12 lah, kan tergantung bumbunya :D
Mudah lho sebenarnya bikin sate ini, tinggal tusuk2 aja, bumbunya juga minimalis, hemat ayam juga. Kemarin aku cuma pake 1/2 dada ayam ukuran sedang bisa jadi 14 tusuk. Padahal satu tusuknya isinya banyak, bisa 5-6 iris ayam, kalau beli kan 1 tusuk paling cuma 3-4 iris ayam.
Wah.., brarti tukang sate itu buanyak ya untungnya. Hemm...bisa neh jadi lahan usaha (ntar kalau udah pensiun kali ya) qeqeqeqe....
Bahan Sate:
Ayam, iris/potong kotak kecil
tusuk sate (secukupnya) --- sebaiknya direndam air panas lebih dulu
2 sdm air jeruk nipis
3 siung bawang putih, geprek/cincang halus
merica bubuk (opsional)
Bumbu Kacang:
Kacang tanah, sekitar 4 sdm (atau secukupnya) goreng sampai matang (tapi jangan gosong ya.., ntar bumbunya jadi coklat tua, hihihi...)
3 siung bawang putih
2 btr kemiri
cabe merah (sesuai selera)
garam (secukupnya)
gula jawa / gula pasir (dikit)
kecap manis (secukupnya)
1 btr jeruk limau
minyak goreng (secukupnya +/- 3 sdm)
air matang (secukupnya)
bawang merah goreng (untuk taburan)
Cara Membuat:
1. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amisnya, lalu bilas bersih.
2. Baluri ayam dengan bawang putih (dan kalau aku tambah merica bubuk sedikit), diamkan beberapa saat agar meresap +/- 30 menit. Kemudian tusuk dengan tusukan sate.
3. Goreng baput, bamer, cabe & kemiri lalu haluskan bersama kacang tanah goreng. (aku pakai blender aja +sedikit minyak goreng, biar praktis & cepet, hehe..) lalu beri garam & gula secukupnya.
4. Campur bumbu kacang yang sudah halus dengan air matang secukupnya, lalu rebus sampai mendidih / meletup-letup.
5. Ambil +/- 3 sdm bumbu kacang untuk membumbui sate pada saat di bakar. Campur bumbu dengan kecap manis, lalu balurkan pada ayam yang sudah ditusuk2.
6. Bakar ayam tsb di grill/happycall/teflon sambil dibalik-balik dan dioles sisa bumbu kacang.
Hemmm....sedaaapppp...!!
Tempe Mendoan
Bismillah...
Lanjutan yang kemarin... *tapi jauh banget jaraknya, hemmm...maklumlah minggu kemarin lumayan berat, aku lagi kurang fit yg akhirnya menular pada Daneen, ikutan flu+batuk juga. Alhamdulillah, sekarang udah baikan semua.
Menu ini mengingatkan aku dengan kampung halaman, Mendoan Banyumas, hehehe...
Yups, sebagai suku Ngapak tentunya udah ga asing lagi dengan makanan satu ini. Bahkan kalau di desa-ku ini adalah menu wajib sebagai lauk sarapan, ataupun cemilan sore hari, hehehee... :D
Tempe Mendoan khas Banyumas ini lumayan terkenal, selain dari bumbunya yang agak berbeda dengan tempe goreng lain, juga biasanya menggunakan tempe yang benar-benar khusus.
Tempenya tipis & lebar, dibungkus dengan daun pisang, dan 1 bungkus biasanya terdiri dari 2 lembar tempe. jadi bukan dari tempe bungkus plastik yang diiris tipis seperti tempe goreng kebanyakan.
Bahkan kalau di daerah sekitarku, ada lho yang jualan tempe mendoan yang ukuran tempenya jumbo, 1 buah tempe gedenya = piring, hehehe.... :D
Wah, ga kebayang deh, kayaknya makan 1buah tempe pun aku ga habis, pasti akan kekenyangan.
xixixixi... :D
Untungnya di jakarta ini lumayan banyak yang jual tempe khusus mendoan, jadi rasa kangen mendoan bisa tersalurkan tiap minggu. Sebenarnya gampang tinggal beli mateng aja banyak koq disini. Tapi lagi2 suka was2 kalau beli gorengan di pinggir jalan :-(
Lagi pula harganya lebih murah kalau bikin sendiri, Rp. 7.000 udah dapat 16 pc tempe mentah. Dan lebih sehat tentunya :-)
Oh iya, sepertinya untuk tempe mendoan (yang mentah) ini agak kurang bagus kalau disimpan lama2 sebelum digoreng, dibandingkan dengan tempe biasa. Aku biasanya menyimpan tempe yang biasa bisa 2-3 harian di kulkas, tapi kalau yang untuk mendoan ini kalau lebih dari sehari udah kurang bagus. Jadi harus fresh begitu tempe jadi (raginya) maka mesti segera dieksekusi.
Lalu selain dari bentuk tempenya, hal yang membedakan dengan tempe goreng di tempat lain adalah bumbu yang digunakan untuk membuat adonan tepungnya, memakai kencur & kemiri, trus cara menggorengnya juga ga boleh terlalu kering. Namanya juga mendoan (asal katanya mendoan ---> mendo=agak lembek).
Bahan:
Tempe khusus untuk mendoan (16 pcs)
Tepung terigu (secukupnya) ---biasanya sekitar 9 sdm untuk 16 pc tempe
Tepung beras --- 1,5 sdm
Air matang (secukupnya)
Minyak goreng
Bumbu:
3-4 siung bawang putih
2 btr kemiri
1 sdt ketumbar sangrai
1 ruas jari / 2cm kencur
daun bawang / kucai (secukupnya) ---diris halus
garam secukupnya
Cara Membuat:
1. Haluskan bumbu2 baput, kencur, ketumbar & kemiri, lalu masukkan ke dalam campuran tepung terigu dan tepung beras.
2. Tuang air sedikit demi sedikit sambil di aduk rata, sampai dengan kekentalan adonan tepung yang diinginkan (jangan terlalu kental atau encer, kira2 bisa untuk menyelimuti tempe), tambahkan garam secukupnya (icip aja biar asin-nya pas)
3. Masukkan daun bawang atau kucai ke dalam adonan tepung, celupkan tempe satu persatu lalu goreng dalam minyak panas (di balik2, sebentar saja,kira2 tepungnya matang, biar tidak terlalu kering & tetep mendo=lembek)
Sajikan hangat dengan cabe rawit atau kecap pedas.
Cocok untuk cemilan maupun lauk nasi. :-)
Lanjutan yang kemarin... *tapi jauh banget jaraknya, hemmm...maklumlah minggu kemarin lumayan berat, aku lagi kurang fit yg akhirnya menular pada Daneen, ikutan flu+batuk juga. Alhamdulillah, sekarang udah baikan semua.
Menu ini mengingatkan aku dengan kampung halaman, Mendoan Banyumas, hehehe...
Yups, sebagai suku Ngapak tentunya udah ga asing lagi dengan makanan satu ini. Bahkan kalau di desa-ku ini adalah menu wajib sebagai lauk sarapan, ataupun cemilan sore hari, hehehee... :D
Tempe Mendoan khas Banyumas ini lumayan terkenal, selain dari bumbunya yang agak berbeda dengan tempe goreng lain, juga biasanya menggunakan tempe yang benar-benar khusus.
Tempenya tipis & lebar, dibungkus dengan daun pisang, dan 1 bungkus biasanya terdiri dari 2 lembar tempe. jadi bukan dari tempe bungkus plastik yang diiris tipis seperti tempe goreng kebanyakan.
Bahkan kalau di daerah sekitarku, ada lho yang jualan tempe mendoan yang ukuran tempenya jumbo, 1 buah tempe gedenya = piring, hehehe.... :D
Wah, ga kebayang deh, kayaknya makan 1buah tempe pun aku ga habis, pasti akan kekenyangan.
xixixixi... :D
Untungnya di jakarta ini lumayan banyak yang jual tempe khusus mendoan, jadi rasa kangen mendoan bisa tersalurkan tiap minggu. Sebenarnya gampang tinggal beli mateng aja banyak koq disini. Tapi lagi2 suka was2 kalau beli gorengan di pinggir jalan :-(
Lagi pula harganya lebih murah kalau bikin sendiri, Rp. 7.000 udah dapat 16 pc tempe mentah. Dan lebih sehat tentunya :-)
Oh iya, sepertinya untuk tempe mendoan (yang mentah) ini agak kurang bagus kalau disimpan lama2 sebelum digoreng, dibandingkan dengan tempe biasa. Aku biasanya menyimpan tempe yang biasa bisa 2-3 harian di kulkas, tapi kalau yang untuk mendoan ini kalau lebih dari sehari udah kurang bagus. Jadi harus fresh begitu tempe jadi (raginya) maka mesti segera dieksekusi.
Lalu selain dari bentuk tempenya, hal yang membedakan dengan tempe goreng di tempat lain adalah bumbu yang digunakan untuk membuat adonan tepungnya, memakai kencur & kemiri, trus cara menggorengnya juga ga boleh terlalu kering. Namanya juga mendoan (asal katanya mendoan ---> mendo=agak lembek).
Bahan:
Tempe khusus untuk mendoan (16 pcs)
Tepung terigu (secukupnya) ---biasanya sekitar 9 sdm untuk 16 pc tempe
Tepung beras --- 1,5 sdm
Air matang (secukupnya)
Minyak goreng
Bumbu:
3-4 siung bawang putih
2 btr kemiri
1 sdt ketumbar sangrai
1 ruas jari / 2cm kencur
daun bawang / kucai (secukupnya) ---diris halus
garam secukupnya
Cara Membuat:
1. Haluskan bumbu2 baput, kencur, ketumbar & kemiri, lalu masukkan ke dalam campuran tepung terigu dan tepung beras.
2. Tuang air sedikit demi sedikit sambil di aduk rata, sampai dengan kekentalan adonan tepung yang diinginkan (jangan terlalu kental atau encer, kira2 bisa untuk menyelimuti tempe), tambahkan garam secukupnya (icip aja biar asin-nya pas)
3. Masukkan daun bawang atau kucai ke dalam adonan tepung, celupkan tempe satu persatu lalu goreng dalam minyak panas (di balik2, sebentar saja,kira2 tepungnya matang, biar tidak terlalu kering & tetep mendo=lembek)
Sajikan hangat dengan cabe rawit atau kecap pedas.
Cocok untuk cemilan maupun lauk nasi. :-)
Selasa, 08 Oktober 2013
Nasi Liwet - Sunda
Bismillah...
Menu yang pertama tentunya Nasi.
Nasi ini baru pertama kali aku bikin, walaupun warnanya putih tapi rasanya beda lho dengan nasi putih biasa :-)
Ide nya berawal ketika ada demo dari sales marketing dari sebuah perusahaan, dalam rangka menawarkan alat masak praktis Izzy Cook. Ketika itu dia mempraktikan membuat nasi liwet ini.
Awalnya agak heran, pasalnya dalam bayanganku yang namanya Nasi liwet ya yang bentuknya putih agak lembek itu, yang khas dari daerah Solo.
Tapi yang ini lain, dia dicampur dengan teri medan/teri nasi/teri kecil2 gitu, di beri garam dan santan masaknya.
Ooo... setelah googling, ternyata...ini Nasi Liwet khas Sunda, hihihi...*kuper banget aku yak? :P
Kalau menurutku siy, mirip2 nasi bakar yang bungkusnya pake daun pisang itu, yah...lumayan lah rasanya masih saudara kali sama nasi uduk, heheheh....
Nah, pas dirumah cerita sama suami, jadinya dia penasaran deh & minta dibikinin.
Tapi kali ini aku bikinnya ga pake Izzy Cook, pake presto aja, biar cepat. (klo mau pake magic com sepertinya juga bisa koq). hee...
Resepnya:
Bahan:
Beras 1 liter (atau secukupnya) cuci bersih
Air (secukupnya)
santan kental (secukupnya, saya pake 2 sachet kara kecil)
Bumbu:
5 siung bawang putih, cincang halus & tumis
2 sdm minyak goreng untuk menumis
3 lbr daun salam
5 lbr daun jeruk
2 btg serai (ambil putihnya)
Pelengkap:
Teri nasi/medan (secukupnya), goreng kering.
Telur dadar yang diiris2 bentuk seperti mie (sebagai lauk pelengkap)
Bawang goreng sebagai taburan
Cara Membuat
1. Setelah beras dicuci bersih, lalu masukkan ke dalam alat masaknya (kemarin aku pake panci presto), lalu masukkan air dan santan.
2. Tumis bawang putih, daun salam,daun jeruk & serai,lalu masukkan ke dalam beras.
3. Masukkan garam secukupnya (hanya untuk memberi rasa gurih aj) lalu aduk agar tercampur rata, kemudian masak beras sampai matang.
4. Setelah nasi matang, campurkan teri aduk2 & taburkan bawang goreng.
Siap disajikan...
Bisa juga dibungkus daun pisang & dibakar, jadi deh nasi liwet bakar... :D
Note:
Saat membuat nasi kita sering agak bingung untuk menentukan seberapa banyaknya perbandingan antara beras : air, agar bisa membuat nasi yang di hasilkan pas, tidak terlalu lembek ataupun keras. Nah, repotnya neh kalau berasnya suka ganti2, tentunya mekarnya bisa beda2.
Selama ini aku pake rumus kira2 aja alias pake feeling untuk menentukan banyaknya air. Alhamdulillah, feelingku lumayan bagus, hehee... *narsis.com
Tapiii...ternyata emang ada rumusnya ya soal perbandingan air ini (aku baru tahu dari Mbak sales Izzy Cook) --- kuper lagi deh...
Kalau berasnya tipe yang pulen perbandingannya; beras : air = 1 : 1 (s.d 1, 25)
Sedangkan beras yang agak pera/ keras perbandingannya; beras : air = 1 : 1,5
Hihihihiii... (baru tahu girang banget) :D
Menu yang pertama tentunya Nasi.
Nasi ini baru pertama kali aku bikin, walaupun warnanya putih tapi rasanya beda lho dengan nasi putih biasa :-)
Ide nya berawal ketika ada demo dari sales marketing dari sebuah perusahaan, dalam rangka menawarkan alat masak praktis Izzy Cook. Ketika itu dia mempraktikan membuat nasi liwet ini.
Awalnya agak heran, pasalnya dalam bayanganku yang namanya Nasi liwet ya yang bentuknya putih agak lembek itu, yang khas dari daerah Solo.
Tapi yang ini lain, dia dicampur dengan teri medan/teri nasi/teri kecil2 gitu, di beri garam dan santan masaknya.
Ooo... setelah googling, ternyata...ini Nasi Liwet khas Sunda, hihihi...*kuper banget aku yak? :P
Kalau menurutku siy, mirip2 nasi bakar yang bungkusnya pake daun pisang itu, yah...lumayan lah rasanya masih saudara kali sama nasi uduk, heheheh....
Nah, pas dirumah cerita sama suami, jadinya dia penasaran deh & minta dibikinin.
Tapi kali ini aku bikinnya ga pake Izzy Cook, pake presto aja, biar cepat. (klo mau pake magic com sepertinya juga bisa koq). hee...
Resepnya:
Bahan:
Beras 1 liter (atau secukupnya) cuci bersih
Air (secukupnya)
santan kental (secukupnya, saya pake 2 sachet kara kecil)
Bumbu:
5 siung bawang putih, cincang halus & tumis
2 sdm minyak goreng untuk menumis
3 lbr daun salam
5 lbr daun jeruk
2 btg serai (ambil putihnya)
Pelengkap:
Teri nasi/medan (secukupnya), goreng kering.
Telur dadar yang diiris2 bentuk seperti mie (sebagai lauk pelengkap)
Bawang goreng sebagai taburan
Cara Membuat
1. Setelah beras dicuci bersih, lalu masukkan ke dalam alat masaknya (kemarin aku pake panci presto), lalu masukkan air dan santan.
2. Tumis bawang putih, daun salam,daun jeruk & serai,lalu masukkan ke dalam beras.
3. Masukkan garam secukupnya (hanya untuk memberi rasa gurih aj) lalu aduk agar tercampur rata, kemudian masak beras sampai matang.
4. Setelah nasi matang, campurkan teri aduk2 & taburkan bawang goreng.
Siap disajikan...
Bisa juga dibungkus daun pisang & dibakar, jadi deh nasi liwet bakar... :D
Note:
Saat membuat nasi kita sering agak bingung untuk menentukan seberapa banyaknya perbandingan antara beras : air, agar bisa membuat nasi yang di hasilkan pas, tidak terlalu lembek ataupun keras. Nah, repotnya neh kalau berasnya suka ganti2, tentunya mekarnya bisa beda2.
Selama ini aku pake rumus kira2 aja alias pake feeling untuk menentukan banyaknya air. Alhamdulillah, feelingku lumayan bagus, hehee... *narsis.com
Tapiii...ternyata emang ada rumusnya ya soal perbandingan air ini (aku baru tahu dari Mbak sales Izzy Cook) --- kuper lagi deh...
Kalau berasnya tipe yang pulen perbandingannya; beras : air = 1 : 1 (s.d 1, 25)
Sedangkan beras yang agak pera/ keras perbandingannya; beras : air = 1 : 1,5
Hihihihiii... (baru tahu girang banget) :D
Menu Tiga Rasa
Bismillah..,
Sebenarnya ini menu makan wekeend yang lalu, tapii... biasa... baru sempat posting sekarang, hemmm... *sok sibuk :P
Bingung mau beri nama apa, jadi yaa beginilah namanya menu tiga rasa, idenya karena ini adalah masakan yang berasal dari 3 daerah, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah & Jawa Timur, hehehe... :D
Biasa, kalau weekend tuh baru belanja berbagai macam bahan2 makanan buat stok di kulkas, secara waktu luang buat ke pasarnya ya cuma sabtu dan minggu :-)
nah, saking banyaknya bahan malah jadi bingung tuh masak nya menu apa biar matching. Naahh...tuh klo banyak bahan malah bingung, klo ga ada apalagi.. hahaha...
Eeehhh....ya udahlah jadinya bikin apa yang pertama kali dilihat aj wes..hihihi...*dasar! :D
Menu ini terdiri dari Nasi Liwet yang khas Sunda (Jabar),
Mendoan Banyumas (Jateng) dan
Sate Ayam bumbu kacang khas Madura (Jatim)
Ga nyambung ya, hehehe... biarin deh, yang penting perutnya ga protes :P
Alhamdulillah suami & anak2 juga ga protes, alias ngikut aja :D
ke3 menu tersebut ntar akan aku bahas satu persatu di postingan yang berikutnya.
Btw, setelah jadi menu 3 rasa ini bingung lagi deh, koq ga ada sayur/seratnya....haduuuh....kurang greng kalau seharian makan ga ada unsur seratnya.
Kayaknya kurang mantapp! :P
Akhirnya ya wes,beli buah2an eceran gitu untuk dibikin Salad Buah :-)
Begitulah akhirnya menu dengan rasa campur2 ala Bunda Calista, xixixixi.... :D
Sebenarnya ini menu makan wekeend yang lalu, tapii... biasa... baru sempat posting sekarang, hemmm... *sok sibuk :P
Bingung mau beri nama apa, jadi yaa beginilah namanya menu tiga rasa, idenya karena ini adalah masakan yang berasal dari 3 daerah, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah & Jawa Timur, hehehe... :D
Biasa, kalau weekend tuh baru belanja berbagai macam bahan2 makanan buat stok di kulkas, secara waktu luang buat ke pasarnya ya cuma sabtu dan minggu :-)
nah, saking banyaknya bahan malah jadi bingung tuh masak nya menu apa biar matching. Naahh...tuh klo banyak bahan malah bingung, klo ga ada apalagi.. hahaha...
Eeehhh....ya udahlah jadinya bikin apa yang pertama kali dilihat aj wes..hihihi...*dasar! :D
Menu ini terdiri dari Nasi Liwet yang khas Sunda (Jabar),
Mendoan Banyumas (Jateng) dan
Sate Ayam bumbu kacang khas Madura (Jatim)
Ga nyambung ya, hehehe... biarin deh, yang penting perutnya ga protes :P
Alhamdulillah suami & anak2 juga ga protes, alias ngikut aja :D
ke3 menu tersebut ntar akan aku bahas satu persatu di postingan yang berikutnya.
Btw, setelah jadi menu 3 rasa ini bingung lagi deh, koq ga ada sayur/seratnya....haduuuh....kurang greng kalau seharian makan ga ada unsur seratnya.
Kayaknya kurang mantapp! :P
Akhirnya ya wes,beli buah2an eceran gitu untuk dibikin Salad Buah :-)
Begitulah akhirnya menu dengan rasa campur2 ala Bunda Calista, xixixixi.... :D
Selasa, 01 Oktober 2013
Ayam Bakar
Bismillah...
Masih edisi upload resep2 lama dengan foto lama mix baru, soalnya baru sekarang semangat nge-blog, heran yak, semangat itu malah datang pas kerjaan juga banyak, di Jakarta kantor ga pernah sepi. Beda dengan di Jambi dulu, kerjaan bisa nyante, tapi malah keasyikan santai seolah2 waktu berlalu begitu saja tanpa makna, cie... :P
Klo sekarang, ada waktu luang dikit aja, pasti gatel, pingin nulis lah, atau masak lah... di ibukota ini waktu sepertinya sangat berharga, maklum sebagian besar habis dijalan bersama kemacetan & keruwetan jalanan Jakarta :D
Kali ini satu lagi menu andalan & favorit keluargaku:
Pertama di Jambi bulan Juli tahun 2008 cukup sulit cari makan yang sesuai lidah, karena kebanyakan yang ada warung khas Sumatra dengan citarasa pedasnya, sementara aq & suami orang Jawa Tengah yang lidah & perutnya kurang bersahabat dengan pedas, heee... (setidaknya harus beradaptasi beberapa lama dulu dengan cabe Sumatra..) :D
Mungkin beda dengan sekarang, di Jambi sudah banyak (bahkan menjamur) warung & kafe2 yang beragam jadi mudah kalau nyari makan yang sesuai selera, dulu pas kepingin makan di luar pasti ya tujuannya cuma 1 *ABWS (Ayam Bakar Wong Solo). Tapii...walaupun namanya ABWS, berhubung cabangnya di pulau Sumatra tetep aja seleranya menyesuaikan, alias pedaassss...banget sambalnya :D
Jadinya timbul rasa penasaran, bagamana siy sebenarnya resep ABWS ini. Sayang kalau rasa penasaran pingin bakar2 ini tidak tersalurkan, hehehe....
Akhirnya kesampaian deh, punya grill pas akhir tahun 2009, ceritanya mau malam tahun baru-an gitu, hehehe... Dan demi menyalurkan hasrat pingin bakar-ku yang pertama kubikin adalah Jagung Bakar.
Kalau akhir tahun kan banyak tuh pasar kaget yang jualan jagung, iseng2 deh beli soalnya tiba2 kangen makan jagung bakar di deket pantai Senggigi (Lombok) yang khas, dan tidak kutemui di daerah lain, heee... :D
Jadi ku browsing2 cari resep jagung bakar yang kira2 mirip, akhirnya seperti ini resepnya:
Nah sejak saat itu daku jadi rajin masak yang bakar2, sampai akhirnya mencoba bikin ayam bakar yang mirip2 rasa ABWS. *ngakunya mirip, xixixixi....
Masih edisi upload resep2 lama dengan foto lama mix baru, soalnya baru sekarang semangat nge-blog, heran yak, semangat itu malah datang pas kerjaan juga banyak, di Jakarta kantor ga pernah sepi. Beda dengan di Jambi dulu, kerjaan bisa nyante, tapi malah keasyikan santai seolah2 waktu berlalu begitu saja tanpa makna, cie... :P
Klo sekarang, ada waktu luang dikit aja, pasti gatel, pingin nulis lah, atau masak lah... di ibukota ini waktu sepertinya sangat berharga, maklum sebagian besar habis dijalan bersama kemacetan & keruwetan jalanan Jakarta :D
Kali ini satu lagi menu andalan & favorit keluargaku:
Pertama di Jambi bulan Juli tahun 2008 cukup sulit cari makan yang sesuai lidah, karena kebanyakan yang ada warung khas Sumatra dengan citarasa pedasnya, sementara aq & suami orang Jawa Tengah yang lidah & perutnya kurang bersahabat dengan pedas, heee... (setidaknya harus beradaptasi beberapa lama dulu dengan cabe Sumatra..) :D
Mungkin beda dengan sekarang, di Jambi sudah banyak (bahkan menjamur) warung & kafe2 yang beragam jadi mudah kalau nyari makan yang sesuai selera, dulu pas kepingin makan di luar pasti ya tujuannya cuma 1 *ABWS (Ayam Bakar Wong Solo). Tapii...walaupun namanya ABWS, berhubung cabangnya di pulau Sumatra tetep aja seleranya menyesuaikan, alias pedaassss...banget sambalnya :D
Jadinya timbul rasa penasaran, bagamana siy sebenarnya resep ABWS ini. Sayang kalau rasa penasaran pingin bakar2 ini tidak tersalurkan, hehehe....
Akhirnya kesampaian deh, punya grill pas akhir tahun 2009, ceritanya mau malam tahun baru-an gitu, hehehe... Dan demi menyalurkan hasrat pingin bakar-ku yang pertama kubikin adalah Jagung Bakar.
Kalau akhir tahun kan banyak tuh pasar kaget yang jualan jagung, iseng2 deh beli soalnya tiba2 kangen makan jagung bakar di deket pantai Senggigi (Lombok) yang khas, dan tidak kutemui di daerah lain, heee... :D
Jadi ku browsing2 cari resep jagung bakar yang kira2 mirip, akhirnya seperti ini resepnya:
Nah sejak saat itu daku jadi rajin masak yang bakar2, sampai akhirnya mencoba bikin ayam bakar yang mirip2 rasa ABWS. *ngakunya mirip, xixixixi....
Ini dia penampakan grill kesayanganku, yang udah puluhan kali buat mbakar, hhahahaaa...
Sayangnya begitu di Jakarta, jadi dilema klo pingin bikin ayam bakar pake ini, soalnya rumahnya kan sirkulasi udaranya tidak sebebas waktu di Jambi (baca: sumpek) jadii...kalau mau mbakar beralihlah daku ke happycall, qeqeqeqe...
Terus...resep ayam bakar favoritku:
Bahan:
1 ekor ayam (potong sesuai selera)
Bumbu Ungkep:
7 siung bawang putih
9 siung bawang merah
3 cm jahe
3 cm kunyit
3 cm lengkuas
3 butir kemiri
1 sdm ketumbar
2 bt serai
3 lbr daun salam
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
Bumbu halus:
2 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1 btr kemiri, sangrai
1 sdt ketumbar, sangrai
3 buah cabe merah (atau sesuai selera)
1 sdt garam
1 sdm margarine cair
kecap manis, secukupnya
merica bubuk secukupnya
Cara Membuat:
1. Haluskan semua bumbu2 ungkep, kecuali serai dan daun salam (aku biasanya menggunakan blender biar praktis & cepat, terus ngungkepnya aku pake presto aja, lamanya ya menyesuaikan, kalau pas pingin ayam presto yang tulang lunak ya brarti agak lama mrestonya, kira2 25-30 menit lah...)
2. Setelah diungkep biasanya kubiarkan dingin dulu (bahkan suka ngendon di kulkas dulu 1-2 hari, hihiihii...)
3. Haluskan bumbu2, klo yang ini aku pakai ulekan, bukan blender yaa.. terus ku kasih garam, margarine cair, kecap & merica bubuk.
4. Sesi bakar2nya, ya seperti biasa, dioles bumbu dulu lalu dibakar (atau taruh aja di happycall), dioles lagi sesekali dengan kuas lalu dibalik, trs dibakar sampai agak kecoklatan, lalu angkat & sajikan hangat.
Foto ini ala kadarnya, asli sambil lari2 & buru2 banget motonya soalnya mo segera di masukkan ke kotak bekal makan siangku, hihihi....:D
Bisa disajikan dengan sambal terasi dan lalapan biar lebih mantapp.
Disandingkan dengan Sayur Asem..... hemmmm.... nikmat...!!
Tips: kalau pakai happycall sebaiknya pas ngungkep jangan terlalu lama / terlalu lunak, soalnya ntar happycall nya akan mengempukkan juga. Jadi biar ga jadi ancur ayamnya :-)
Senin, 30 September 2013
Sayur Asem
Bismillah...
Ini masakan sayur sederhana, dan kayaknya hampir semua ibu pernah memasaknya. Tapi ga papa juga kan kalau kali ini pingin upload & membahas tetang sayur ini ;-)
Mungkin semua daerah punya ciri khas pada isian sayur asemnya, misalnya di Jawa Barat, setauku sayur asemnya identik dengan isian kacang tanah yang masih berkulit dan warna kuahnya yang lebih pekat agak kemerahan bila dibandingkan di Jawa Tengah yang warna kuah sayur asemnya cenderung bening dengan bumbu iris.
Bahkan pernah kudengar di daerah lain ada yang bumbu halusnya ditumis dulu.
Kalau menurutku, masakan itu selera yaa, tergantung si Koki nya yang bikin, dengan cara bagaimana suka2 dia tentunya. hehehee....
Begitu juga denganku, alih2 sebagai Koki di kelurga kecilku tentunya aku juga punya selera dan tips tersendiri untuk membuat Sayur Asemku pas di lidah, xixixixiii....
Kebetulan aku belajar masak otodidak, ga ada yang ngajari secara nyata (maklumlah sejak kuliah sampai sekarang hidup jauh dari ortu dan berpindah2 terus alias jadi suku nomaden,hee...), jadi hanya berbekal browsing2 serta trial 'n error... hahaa... :D
Beruntung banget sekarang internet begitu mudah diakses, sehingga tempat bertanya kita bukan lagi keluarga, teman, saudara yang tempatnya relatif jauh melainkan si Mbah Google yang segala tahu. :D
Back to sayur asem,kalau seleraku tentang kuah, mungkin aku kurang begitu suka yang pekat/merah gitu, biasanya yang kaya gitu pedas yaa...,aku lebih suka yang agak bening tapi segerrrr rasanya :-)
Berulang kali, bahkan tiap minggu selalu ada menu sayur asem, sukaa soalnya, hee... apalagi setelah kutemukan formulanya *halah :P
Tips: yang membuat sayur asem ini terasa segar adalah timing ketika memasukkan bumbu halusnya, yaitu pada saat sayur2an belum dimasukkan, serta didihkan lebih dahulu :-)
Ini masakan sayur sederhana, dan kayaknya hampir semua ibu pernah memasaknya. Tapi ga papa juga kan kalau kali ini pingin upload & membahas tetang sayur ini ;-)
Mungkin semua daerah punya ciri khas pada isian sayur asemnya, misalnya di Jawa Barat, setauku sayur asemnya identik dengan isian kacang tanah yang masih berkulit dan warna kuahnya yang lebih pekat agak kemerahan bila dibandingkan di Jawa Tengah yang warna kuah sayur asemnya cenderung bening dengan bumbu iris.
Bahkan pernah kudengar di daerah lain ada yang bumbu halusnya ditumis dulu.
Kalau menurutku, masakan itu selera yaa, tergantung si Koki nya yang bikin, dengan cara bagaimana suka2 dia tentunya. hehehee....
Begitu juga denganku, alih2 sebagai Koki di kelurga kecilku tentunya aku juga punya selera dan tips tersendiri untuk membuat Sayur Asemku pas di lidah, xixixixiii....
Kebetulan aku belajar masak otodidak, ga ada yang ngajari secara nyata (maklumlah sejak kuliah sampai sekarang hidup jauh dari ortu dan berpindah2 terus alias jadi suku nomaden,hee...), jadi hanya berbekal browsing2 serta trial 'n error... hahaa... :D
Beruntung banget sekarang internet begitu mudah diakses, sehingga tempat bertanya kita bukan lagi keluarga, teman, saudara yang tempatnya relatif jauh melainkan si Mbah Google yang segala tahu. :D
Back to sayur asem,kalau seleraku tentang kuah, mungkin aku kurang begitu suka yang pekat/merah gitu, biasanya yang kaya gitu pedas yaa...,aku lebih suka yang agak bening tapi segerrrr rasanya :-)
Berulang kali, bahkan tiap minggu selalu ada menu sayur asem, sukaa soalnya, hee... apalagi setelah kutemukan formulanya *halah :P
Nah resep favoritku yang berikut ini nih:
Bahan:
1 buah jagung manis, potong2
1 genggang kacang tanah kupas kulit, rebus
5 bh kacang panjang potong 3 cm
1/2 buah labu siam, kupas, iris kotak
daun melinjo secukupnya
buah melinjo secukupnya (+/- 15 butir)
asam jawa secukupnya (kalau aku 1 sdm asam jawa yang tua atau 3 btr asam jawa muda/berkulit---digeprek dulu)
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
Bumbu halus:
4 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1 btr kemiri
3 buah cabe merah
1 sdt terasi udang (goreng/bakar lebih dulu)
Cara Membuat:
1. Pertama-tama aku lebih suka merebus kacang tanahnya terpisah, agar air rebusannya yang biasanya agak kemerah-merahan tidak bercampur dengan kuah sayur nantinya.
2. Rebus jagung manis & buah melinjo sampai mendidih /matang, kemudian masukkan kacang tanah yang sudah direbus matang.
3. Masukkan bumbu halus & biarkan mendidih lagi, lalu masukkan garam & gula, jangan lupa icip dulu rasanya, baru masukkan asam jawa-nya.
4. Masukkan sayur2an lain sesuai dengan tingkat kekerasan dimulai dari labu siam, kacang panjang dan terakhir daun melinjo.
Angkat & sajikan dengan sambal terasi biar lebih mantap :-)
Tips: yang membuat sayur asem ini terasa segar adalah timing ketika memasukkan bumbu halusnya, yaitu pada saat sayur2an belum dimasukkan, serta didihkan lebih dahulu :-)
Rabu, 25 September 2013
Martabak Mini *ala MUI*
Bismillah...
Gorengan...lagi..., gorengan lagi..., memang kita setiap hari hampir selalu ketemu dengan yang namanya gorengan. Ga tau nih, padahal kan kebanyakan makan gorengan juga ga bagus, tapi mau gimana lagi habis enak sich...qeqeqeqeq... :D
Kalau gorengannya bikinan sendiri siy setidaknya aman lah ya soal minyaknya dan bahan2nya :-)
Sengaja judulnya Martabak Mini *ala MUI* pasalnya ini bukan martabak biasa seperti yang banyak kita temukan di pulau Jawa lho.
Tapi ini setauku bisa / banyak ditemukan di Sumatra. Dulu waktu di Jambi aku suka beli Martabak MUI (Martabak Ulama India) di daerah simpang Karya. Enak deh, jempol buat rasanya :-)
Makannya pakai saus kari kambing atau pakai kecap (tapi kecapnya pedas pakai cabe rawit yang diiris2 + acar timun)
Dinamakan MUI mungkin karena yang jual orang India Muslim (sepertinya begitu habis ga sempat nanya ktp-nya, hehehehe...) :P
Terus yang bikin beda lagi martabak ini isiannya pake kentang, dan porsinya juga cukup besar jadi lumayan mengenyangkan :-)
Nah berhubung aku sukanya yang praktis2 aja jadi kulitnya pake kulit pangsit siap pakai aja, dan ga pake saus kari / gulai kambing, tapi isinya yang kutambahi dengan kentang, hihihiiii... :D
Bahan:
10 - 12 lembar kulit pangsit siap pakai
3 sdm daging sapi giling
1 kentang ukuran sedang
2 butir telur kocok
daun bawang secukupnya
minyak untuk menggoreng
Bumbu:
2 siung bawang putih iris halus
1/2 butir bawang bombay iris halus
garam
merica bubuk
bubuk kari
Cara Membuat:
1. Goreng/rebus/kukus kentang lalu haluskan.
2. Kocok telur dan masukkan semua bumbu2, kentang dan daging giling (daging boleh ditumis dulu sebentar atau langsung masuk juga gpp, sesuaiselera aja)
3. Sendokkan bahan isian ke kulit pangsit lalu lipat bentuk amplop (sampai semua bahan habis).
4. Goreng hingga matang.
Sajikan hangat dengan cabe rawit atau saus pedas....hemmmm....yummy... pas banget untuk cemilan sore hari :-)
Gorengan...lagi..., gorengan lagi..., memang kita setiap hari hampir selalu ketemu dengan yang namanya gorengan. Ga tau nih, padahal kan kebanyakan makan gorengan juga ga bagus, tapi mau gimana lagi habis enak sich...qeqeqeqeq... :D
Kalau gorengannya bikinan sendiri siy setidaknya aman lah ya soal minyaknya dan bahan2nya :-)
Sengaja judulnya Martabak Mini *ala MUI* pasalnya ini bukan martabak biasa seperti yang banyak kita temukan di pulau Jawa lho.
Tapi ini setauku bisa / banyak ditemukan di Sumatra. Dulu waktu di Jambi aku suka beli Martabak MUI (Martabak Ulama India) di daerah simpang Karya. Enak deh, jempol buat rasanya :-)
Makannya pakai saus kari kambing atau pakai kecap (tapi kecapnya pedas pakai cabe rawit yang diiris2 + acar timun)
Dinamakan MUI mungkin karena yang jual orang India Muslim (sepertinya begitu habis ga sempat nanya ktp-nya, hehehehe...) :P
Terus yang bikin beda lagi martabak ini isiannya pake kentang, dan porsinya juga cukup besar jadi lumayan mengenyangkan :-)
Nah berhubung aku sukanya yang praktis2 aja jadi kulitnya pake kulit pangsit siap pakai aja, dan ga pake saus kari / gulai kambing, tapi isinya yang kutambahi dengan kentang, hihihiiii... :D
Bahan:
10 - 12 lembar kulit pangsit siap pakai
3 sdm daging sapi giling
1 kentang ukuran sedang
2 butir telur kocok
daun bawang secukupnya
minyak untuk menggoreng
Bumbu:
2 siung bawang putih iris halus
1/2 butir bawang bombay iris halus
garam
merica bubuk
bubuk kari
Cara Membuat:
1. Goreng/rebus/kukus kentang lalu haluskan.
2. Kocok telur dan masukkan semua bumbu2, kentang dan daging giling (daging boleh ditumis dulu sebentar atau langsung masuk juga gpp, sesuaiselera aja)
3. Sendokkan bahan isian ke kulit pangsit lalu lipat bentuk amplop (sampai semua bahan habis).
4. Goreng hingga matang.
Sajikan hangat dengan cabe rawit atau saus pedas....hemmmm....yummy... pas banget untuk cemilan sore hari :-)
Jumat, 20 September 2013
Salad Buah
Assalamu'alaikum...
Bismillah...
Buah-buahan sangat penting untuk dikonsumsi. Selain mengandung air, buah juga mengandung banyak vitamin penting yang diperlukan bagi tubuh.
Bunda dan ayah siy suka hampir semua buah2an, malah garing rasanya makan ga da buah, tapi anak2 neh yang susah makan buah terutama si sulung Calista. Kalau adeknya Daneen yaa... relatif lebih mudah, setidaknya sampai dengan hari ini dia tidak menolak kalau dikasih pepaya, jeruk, kelengkeng, melon, bahkan buah yang lain dia suka minta kalau lihat walaupun habis itu dilepeh...hehehe...*mungkin dia merasa aneh atau belum suka rasanya :-)
Untuk menyiasati anak2 yang mungkin mulai bosan makan buah polos-an gitu, kita mesti sedikit kreatif :-)
Apalagi kalau sudah mulai malas2an makan buah, biasanya kubikin salad aja dengan taburan keju parut biar menarik hehehe....
Salad buah bikinanku ini selalu bikin kangen loh..! Manis siy kayak yang buat... hehehe... *narsis.com
Suamiku aja suka nanyain klo lama ga bikin, dan biasanya selalu ludes tidak lama setelah dibikin...(doyan apa laper?) hahaha... :D
Bahannya simpel, caranya mudah, tinggal potong2 campur2 jadi deh... :D
Bahan:
Buah2an (semangka, melon, nanas, kelengkeng, kiwi)
kadang kutambahin Nata de coco
Keju cheddar parut buat taburan
Saus:
mayonaise --- siap pakai yang plain
saus tomat
saus sambal (aku pakai yang pedas manis)
merica bubuk
Aku pakai mayonaise siap pakai yang plain,
Terus tambahin sedikit merica bubuk (pokoknya jadi rasa nano2 dech...!!) qeqeqeqeqqe.... :D
Cara membuat:
1. Semua buah dipotong-potong seukuran dadu (atau sesuai selera aja)
2. Campurkan semua bahan saus, mayonaise ukurannya secukupnya aja disesuaikan dengan banyaknya buah, terus masukkan sedikit saus tomat, saus sambal (ga perlu ditambah gula, kan buah2annya udah manis ya...)
3. Campurkan saus ke dalam potongan2 buah, aduk sampai rata, lalu taburi dengan keju parut.
Salad ini dimakan dingin lebih nikmat, jadi masukin ke kulkas dulu beberapa saat sebelum disajikan.
Hemmmm... suegeerrrr....!! :-)
Dengan ditaburi keju parut, rasanya makin mantapp dan yang paling penting anak2 jadi tertarik untuk memakannya. (bunda nya emang suka ngakalin, heee...)
Tapi kayaknya kurang cocok ya buat yang lagi diet, hehehehe.... :D
*klo anak2 kan ga usah diet yak? :P
Bismillah...
Buah-buahan sangat penting untuk dikonsumsi. Selain mengandung air, buah juga mengandung banyak vitamin penting yang diperlukan bagi tubuh.
Bunda dan ayah siy suka hampir semua buah2an, malah garing rasanya makan ga da buah, tapi anak2 neh yang susah makan buah terutama si sulung Calista. Kalau adeknya Daneen yaa... relatif lebih mudah, setidaknya sampai dengan hari ini dia tidak menolak kalau dikasih pepaya, jeruk, kelengkeng, melon, bahkan buah yang lain dia suka minta kalau lihat walaupun habis itu dilepeh...hehehe...*mungkin dia merasa aneh atau belum suka rasanya :-)
Untuk menyiasati anak2 yang mungkin mulai bosan makan buah polos-an gitu, kita mesti sedikit kreatif :-)
Apalagi kalau sudah mulai malas2an makan buah, biasanya kubikin salad aja dengan taburan keju parut biar menarik hehehe....
Salad buah bikinanku ini selalu bikin kangen loh..! Manis siy kayak yang buat... hehehe... *narsis.com
Suamiku aja suka nanyain klo lama ga bikin, dan biasanya selalu ludes tidak lama setelah dibikin...(doyan apa laper?) hahaha... :D
Bahannya simpel, caranya mudah, tinggal potong2 campur2 jadi deh... :D
Bahan:
Buah2an (semangka, melon, nanas, kelengkeng, kiwi)
kadang kutambahin Nata de coco
Keju cheddar parut buat taburan
Saus:
mayonaise --- siap pakai yang plain
saus tomat
saus sambal (aku pakai yang pedas manis)
merica bubuk
Aku pakai mayonaise siap pakai yang plain,
Terus tambahin sedikit merica bubuk (pokoknya jadi rasa nano2 dech...!!) qeqeqeqeqqe.... :D
Cara membuat:
1. Semua buah dipotong-potong seukuran dadu (atau sesuai selera aja)
2. Campurkan semua bahan saus, mayonaise ukurannya secukupnya aja disesuaikan dengan banyaknya buah, terus masukkan sedikit saus tomat, saus sambal (ga perlu ditambah gula, kan buah2annya udah manis ya...)
3. Campurkan saus ke dalam potongan2 buah, aduk sampai rata, lalu taburi dengan keju parut.
Salad ini dimakan dingin lebih nikmat, jadi masukin ke kulkas dulu beberapa saat sebelum disajikan.
Hemmmm... suegeerrrr....!! :-)
Dengan ditaburi keju parut, rasanya makin mantapp dan yang paling penting anak2 jadi tertarik untuk memakannya. (bunda nya emang suka ngakalin, heee...)
Tapi kayaknya kurang cocok ya buat yang lagi diet, hehehehe.... :D
*klo anak2 kan ga usah diet yak? :P
Langganan:
Postingan (Atom)
Cumi Kembang Saus Tiram
Bismillahirrohmanirrohiim.... Kali ini aku pingin posting resep masakan yang simpel bumbunya, bisa buat menambah referensi menu harian....
-
Bismillah.., Kali ini pingin sekedar berbagi sedikit pengetahuan, yang mungkin akan sangat berguna bagi yang sedang belajar masak seperti ...
-
Bismillahirrohmanirrohiim.... Kali ini aku pingin posting resep masakan yang simpel bumbunya, bisa buat menambah referensi menu harian....





















