Tampilkan postingan dengan label Cokelat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cokelat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2020

Semprit Cokelat

Bismillah...

Postingan kali ini masih seputaran tentang kue kering ya, walaupun lebaran Idul Fitri tahun ini udah lewat anggap aja sebagai bekal untuk isi toples lebaran tahun yg akan datang, hehee 😍
Btw, sebenarnya kuker-kuker itu gak harus dibuat saat menjelang lebaran aja lho, boleh kok dibuat di saat lain, karena ini enak klo buat camilan di rumah, manis buat isi toples dan biasanya anak-anak juga suka.

Ini kali pertama aku membuat Kue Semprit, tadinya klo lagi baca-baca resep trs lihat kata-kata semprit tuh rasanya kurang tertarik, terlalu biasa, jadul, etc...hee.. (ternyata mindset yg salah!)
Nah kebetulan kemarin itu pas mau bersihin isi kulkas lihat cokelat bubuk yang sepertinya sudah agak lama dibuka anak-anak, karena waktu itu minta dibuka untuk campuran susu UHT dan gak habis cokelatnya, sayang dong klo dibuang, aplg masih 2 bln lg tgl exp-nya. Maka mulailah buka buku kumpulan resep-resepku yang kucel dan  udah mulai berubah warna kertasnya, hihihi.... 😉
Akhirnya pilihan jatuh pada semprit cokelat resep dari NCC. 
Trus nyari chocochips dong untuk hiasan atasnya, lha koq udah gak ada yg coklat, nemunya yg warna warni sisa topping donat kapan hari itu. Okelah pake yang warna warni aja deh biar lebih meriah...

Dari yang awalnya iseng bikin semprit ini (baca: coba-coba), dan sempat ragu juga lihat komposisinya, jadi pertama bikin aku cuma pake setengah resep aja sambil mengira-ngira berapa takaran gula yang pas (biasanya untuk resep kuker saya kurangi gulanya dari resep aslinya, karena lebih suka kue yg manisnya tipis-tipis aja).
Ternyata ooh ternyata..., malah justru kue ini yang langsung ludes diserbu anak-anak.
Kata mereka: "Eenaaaakkk banget ini bundaaa...." 😍😋


Rupanya pesona semprit cokelat ini udah ngalahin kuker-kuker lain, cieee....
Anak-anakpun request untuk bikin lagi dan lagi setiap isi toples ini habis... hmmmm....

Resep Semprit Cokelat 
source: NCC (tapi udah disesuaikan dengan seleraku)

Bahan:
  • 300 gr mentega/margarine
  • 350 gr tepung terigu protein rendah (me: kunci biru)
  • 50 gr coklat bubuk
  • 2 butir kuning telur
  • 130-140 gr gula halus
  • 1 sdt vanila

Tambahan:
Chocochips (boleh yg coklat atau warna warni)

Cara Membuat:
1. Kocok mentega/margarine dan gula sampai lembut.
2. Masukkan kuning telur satu persatu dan kocok lagi sampai tercampur rata.
3. Masukkan tepung terigu, coklat bubuk (yg sdh diayak) dan vanilla, aduk rata.
4. Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga, cetak menggunakan spuit bintang 4B (me: seadanya spuit), lalu beri hiasan chocochips di tengahnya.
5. Panggang dengan suhu 140' C selama kurleb 30 menit atau sampai matang dan renyah.
6. Angkat, dinginkan lalu masukkan dalam toples tertutup. 


Untuk 1 resep ini kira-kira akan menghasilkan 2,5 toples ukuran 500gr
Jangan lupa ya sama seperti kuker lainnya, tipsnya jangan terlalu lama mengocok agar hasil kukernya tetep cantik, kokoh & tidak mleber..
Daaan... hati-hati kuker ini kan warnanya coklat tua (dark brown) yang pastinya beda tipis dengan warna kue gosong, jadi hrs rajin-rajin cek klo sudah mendekati akhir waktu panggang, jangan sampai kepedean ternyata hasilnya malah gosong, hahahahah...😄
Biasanya klo baunya udah harum semerbak berarti sebentar lg kue matang dan hrs siap-siap megeluarkan dr oven.
Oiya, klo kuker itu rata-rata akan matang/kering di darat ya, artinya setelah dia keluar dari oven akan bertambah matang & kering/renyah dengan sendirinya, jadi perlu diperhatikan kapan waktu yg tepat untuk mengeluarkannya dari oven. Karena karakteristik tiap oven beda-beda, so penting banget buat mengenal karakter oven masing-masing.

Semoga bermanfaat... 😊

Kamis, 09 Oktober 2014

Super Fudgy Brownies

Bismillah...

Lagi-lagi posting resep & foto-foto yang udah lama tersimpan di file my picture, hihihi...


Gak papa ya, kan belum ada catatannya. Super Fudgy Brownies ini adalah resepnya mba Ricke yang sudah terkenal banget di dunia maya. Resep-resepnya keren-keren dan banyak menginspirasi para foodblogger & ibu-ibu lainnya menjadi bersemangat untuk memasak *ibu-ibu ini saya maksudnya, hihihii... :D

Thank's alot ya mba Ricke karena telah berbagi resep & ilmu perbakingan, hee...  :-)
Dari sekian banyak resep brownies yang sudah pernah kucoba, resep satu ini merupakan salah satu resep favorit keluargaku, bikin ketagihan untuk sering-sering membuatnya. Enak siy... hehee...
Alhamdulillah beberapa teman kantor juga memesannya, sebagai oleh-oleh ataupun cemilan di rumah.
Pokoknya top deh rasanya, nyoklat banget, klasik, crispy diluar dan lembut di dalam... hemmm...
Makan sepotong dijamin ga cukup deh! Buktinya suamiku pas bantuin iris-iris & memfoto browniesnya udah langsung habis 3 potong, hahahaha... :D


Resep aslinya bisa di intip disini:
Selanjutnya seperti biasa, sebagai catatanku ini dia resepnya:

Bahan:
120 gram unsalted butter
130 gram terigu protein sedang / all purpose flour
30 gram coklat bubuk
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt garam
225 gram dark cooking chocolate, cincang
250 gram gula pasir halus (gula kastor)
3 butir telur ukuran besar

Taburan (optional):
Almond slice/kenari cincang/chocolate chips, dll

Cara membuat:
1. Panaskan oven 180'C. Olesi loyang dengan mentega dan alasi dengan kertas roti. Oles kembali dengan mentega. Pada bagian sisi-sisi loyang lebihkan sedikit kertas rotinya sekitar 1 cm (fungsinya untuk mengangkat brownies keluar dari loyang). Sisihkan.
2. Campur dan ayak terigu, coklat bubuk, baking powder dan garam. Sisihkan.
3. Lelehkan butter. Masukkan dark cooking chocolate. Aduk-aduk hingga coklat meleleh dan tercampur rata dan licin. Angkat.
4. Masukkan gula pasir halus. Aduk rata dengan whisker hingga gula terlihat menyatu dengan coklat. Masukkan telur. Aduk rata kembali hingga rata dan lembut. Masukkan campuran terigu.
Aduk rata hanya sampai tepung sudah merata dan tidak terlihat lagi. Jangan diaduk terlalu lama!
5. Tuang ke dalam loyang. Ratakan permukaannya. Beri taburan kacang-kacangan dan chocolate chips bila suka. Panggang dalam oven sampai matang sekitar 50 menit.
Test sentuh permukaan bagian tengahnya sudah kokoh bila ditekan dan akan terbentuk lapisan 'shiny crust' khas brownies. Test tusuk bila perlu.
6. Keluarkan dari oven. Diamkan sekitar 30 menit dalam loyang. Keluarkan dengan cara mengangkat kelebihan kertas roti di sisi loyang.
Dinginkan di rak kawat. Potong-potong sesuai selera.


Catatan dari mba Ricke; untuk membuat melted brownies bisa ditambahkan couverture chocolate kepingan atau batangan yg dicincang. Tuang 1/2 bagian adonan ke loyang, tata coklat couverture. Tuang kembali sisa adonan. Panggang.
*kalau saya jarang menambahkan ini, soalnya menurutku browniesnya udah cukup oke, nyoklat banget & yummy pastinya... :D
Oiya, biasanya kalau bikin brownies gulanya saya kurangi sedikit karena saya juga sudah cukup manis... *halah... :P
Hehehee... tidak bermaksud apa-apa, hanya saja klo soal manis itu selera ya, tergantung lidah masing-masing, kebetulan saya sekeluarga lebih suka brownies yang tidak terlalu manis :-)


Kamis, 30 Januari 2014

Brownies Cappucino

Bismillah...

Udah kebayang dari dulu kalau punya oven, brownies adalah kue panggang yang berada pada daftar urutan teratas yang harus dicoba :)
Setelah sekian lama googling, akhirnya ketemu dengan resep browniesnya mba Hesti.
Walaupun bukan penyuka kopi, entah kenapa aku begitu tertarik untuk mencoba resep ini.


Ngomong-ngomong soal kopi, dulu waktu kecil suka ikutan nyruput kopi item nya ibu dan alm. bapak.
Waktu masih single dulu, saya juga suka ngopi walaupun tidak tergolong maniak. Ya setidaknya sehari 1x lah ngopinya. Itupun bukan kopi yang item lho, biasanya kopi instant dengan berbagai varian rasa dan merk. Kadang bikin es kopi juga, suka juga sama kopi instant yang bisa langsung dicampur air dingin / es seperti yang g**d d*y freeze.
Dulu itu walaupun hampir tiap hari minum kopi kayaknya ga terlalu ngaruh deh buatku, alias tidak mengganggu jam tidurku.

Tapii... lain dulu lain sekarang, kebiasaan ngopi itu hilang sejak menikah. Ga tau apa sebabnya, lama lama jadi males aja. Padahal suamiku juga kadang-kadang ngopi. Jadi mestinya ga ngaruh ya dengan kebiasaan. Tapi ketika aku ikutan minum, jadi ga bisa tidur... walah... :(
Bukan cuma ga bisa tidur ternyata, tapi kadang perut jadi sakit juga. hadeeh...

Hemmm... back to brownies, tadinya agak ragu-ragu juga bikin kue yang mengandung kopi, takut pengaruhnya sama dengan kalau minum kopi. Tapi karena baca testimoni di resep nya mba Hesti ini, saya seperti terhipnotis... untuk mencobanya *halah mulai deh lebay :D
Pokoknya udah kadung tertarik, jadi ga peduli deh klo ntar efeknya sama.
Kan suami suka kopi, jadi ntar klo saya ga kuat ngabisin, biar dia aja deh, xixixixi.... :D


Pertama kali nyobain 1/2 resep dulu, eeh... hasilnya uueennaaak. Akhirnya besoknya dengan pede bikin 1 resep full, tapi gulanya aku kurangin karena menurutku masih terlalu manis. 
Alhamdulillah... ternyata setelah makan brownies ini ga ngaruh tuh dengan perutku maupun mataku, hihiiihiii.... yes! :D

Hasilnya moist, lembut banget, asalkan tidak overbake. Pokoknya cocok banget buat para penggemar brownies & kopi sejati, hehe...
Kalau rasa kopinya kayaknya udah menyatu dengan coklatnya, jadi menurutku tidak terlalu berasa kopi. Tadinya ngebayangin kalau rasanya bakalan dominan si kopi, ternyata tidak. Aroma coklat khas brownies bercampur dengan aroma kopi jadi tambah wangi & menggoda.. *halah

Kalau resepnya mba Hesti ada di sini:
Dan seperti biasa, kutulis lagi di bawah ini biar tidak lupa :)

Bahan:
200 g butter
200 g DCC
170 g terigu
4 butir telur
1 1/2 bungkus kopi cappucino (kemarin saya pakai 2 sachet nescafe cappucino)
250 g gula pasir (saya : 200-220 g saja) 
1/2 sdt vanila bubuk
30 g coklat bubuk
100 g kacang kenari sangrai, cincang

Cara Membuat:
1. Ayak tepung terigu dan coklat bubuk, sisihkan.
2. Lelehkan butter bersama DCC dengan api rendah, aduk sampai lumer. Tambahkan cappucino bubuk, aduk rata, sisihkan.
3. Kocok telur, gula pasir dan vanilli bubuk asal gula larut.
4. Masukkan campuran coklat leleh, aduk rata. Lalu masukkan campuran tepung terigu dan coklat bubuk, aduk rata.
5. Masukkan kacang kenari cincang dan aduk rata.
6. Tuang ke loyang brownies 24x24 yang sudah dioles margarine dan dialasi kertas roti.
7. Panggang dalam oven 180 C selama 25-30 menit atau sampai tes tusuk sudah tidak basah lagi.
Angkat, dinginkan lalu sajikan...

 
Jadinya lumayan gede juga lho, puas deh makannya.
Suamiku yang ikutan potong-potong browniesnya ga taunya udah langsung habis 4 potong, wah...hehehe :D
"enak Bun" katanya... Alhamdulillah kalau suka :)
Thank's alot mba Hesi udah share resepnya :)


Cumi Kembang Saus Tiram

Bismillahirrohmanirrohiim.... Kali ini aku pingin posting resep masakan yang simpel bumbunya, bisa buat menambah referensi menu harian....